Minggu, 21 Agustus 2011

Warga Banjarmasin Reseh Banyak Peminta-Minta Sumbangan

[] Dinsos Tuding Praktek Ilegal
Banjarmasin, KP – Pihak Dinas Sosial Pemko Banjarmasin menghimbau kepada segenap masyarakat untuk mewaspdai banyaknya pemuda yang mengatasnamakan Badan Penanggulangan Kebakaran (BPK) yang berkeliaran dan meminta-minta sumbangan dengan mendatangi warga k eke rumah-rumah.
“Sampai sekarang ini tak satupun BPK yang diberikan ijin dengan meminta-minta sumbangan, jika mereka ada yang datang ke rumah-rumah berarti  kegiatan mereka itu illegal,’’ungkap Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Drs H Syamsul Rizal kepada [[wartawan]}, di Banjarmasin, belum lama ini.
Alasan menuding praktik illegal, ujar Syamsul Rizal, karena para peminta-minta pengumpul sumbangan yang mengatasnamakan kepentingan organisasi Badan Penanggulangan Kebakaran (BPK) ternyata tak pernah melaporkan kepada Pemko Banjarmasin.
Jadi, katanya, kalau mereka tetap meminta-,minta sumbangan diharapkan warga tak wajib memberi. Karena tidak ada  izin saat mereka melakukan permintaan sumbangan, padahal sekecil apapun mereka wajib melaporkan jika memang dirasa memberatkan Padahal, sesuai ketentuan undang-undang no 9 tahun 1961, tentang pengumpulan uang dan barang. Pengumpulan sumbangan yang dilakukan tanpa izin dari pejabat berwenang atau tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan sesuai pemberian izin, maka dapat dikenakan sanksi berupa pidana tiga bulan penjara.
Selain itu, katanya, setiap organisasi atau kelompok apa saja misalnya yang hendak melakukan penggalangan dana dimasyarakat wajib memiliki izin resmi dari instansinya. “Ini akan kita awasi sungguh-sungguh nantinya, dan akan kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” ucapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Drs M Helmi MM mengatakan, dalam Peraturan Daerah (Perda) no 13 tahun 2008 tentang penanggulangan bahaya kebakaran, disebutkan pada pasal 31 ayat (5), setiap anggota BPK tidak boleh meminta sumbangan diluar kelurahan masing-masing.
“Memang boleh minta sumbangan, tapi hanya di wilayahnya masing-masing saja, tidak nyelonong kewilayah lain kelurahannya,” imbuhnya seperti kalau BPK tersebut sekretraisnya di S Parman masak harus meminta sumbangan di Komplek Sultan Adam ini ngak tepat.
Diakui, memang kita sudah banyak juga menerima laporan dan keresahan masyarakat tentang maraknya peminta-minta BPK ini. Karena selama ini yang bisa mereka lakukan hanya mensosialisasikan akan hal tersebut kepada seluruh persatuan BPK, agar mentaati ketentuan yang ada apabila meminta meminta sumbangan kerumah-rumah warga.
“Kalau menindak yang melanggar itu ranahnya Dinas Sosial,” sebutnya.
Apalagi, diluar masalah itu, Pemko selama ini sudah memberikan dana bantuan kesemua BPK yang ada di Kota Banjarmnasin ini. “Namun sumbangannya memang berpariasi,” terangnya.
Ditegaskan dari 279 kesatuan BPK yang terdaftar pada pihaknnya pada 2010 lalu dengan jumlah armada 350 unit BPK yang bermacam-macam, yakni, untuk mobil tangki diberikan dana sebesar Rp 3 juta, pick up Rp 2,2 juta, kapal sepit Rp 1,5 juta, jenis grobak 1 juta. “Dana ini diberikan setiap tahunnya oleh pemkot,” jelasnya.
Dengan begitu, ujar Helmi, pihaknnya juga ada rencana untuk memutakhirkan setiap dua tahun sekali kartu persatuan anggota BPK yang terdaftar di sini. (vin)

http://sijaka.wordpress.com/2011/06/14/warga-banjarmasin-reseh-banyak-peminta-minta-sumbangan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar